Kabar Baik di Balik Tingginya Harga Minyak Dunia Saat Ini

 Kabar Baik di Balik Tingginya Harga Minyak Dunia Saat Ini

Dilansir dari Inilah, di Jakarta. Kenaikan harga minyak sering menjadi lonceng kematian bagi pemulihan ekonomi. Namun kali ini, lonjakan minyak mentah tampaknya merupakan pertanda baik.

Ketegangan politik atas ambisi nuklir Iran telah mendorong harga minyak mentah naik 11% bulan lalu menjadi sekitar US$ 123 per barel. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa konfrontasi kekerasan yang dapat mengurangi cadangan minyak, dapat membawa minyak mentah Brent di atas US$ 150 per barel.

Minyak pada level tersebut dapat meruntuhkan pemulihan bertahap ekonomi dunia. Bahkan pada level saat ini, bisa memangkas 0,2% pertumbuhan, kata para analis. Sama halnya dengan masalah utang negara Eropa yang sudah mulai mereda, faktor minyak muncul sebagai badai baru.

Namun lonjakan karena masalah Iran, tampaknya hanya menimbulkan risiko terbatas. Apalagi jika serangan militer dapat dihindari. Dengan kata lain, ada berita baik.

Harga minyak mentah telah naik sejak awal Oktober, sejalan dengan membaiknya data ekonomi, terutama di Amerika Serikat. Harga saham meningkat sejalan dengan harga minyak. Ketika keduanya menguat, biasanya menunjukkan ekspansi luas berbasis ekonomi.

Indeks Standard and Poor’s 500 naik 17% sejak awal Oktober, dan indeks saham global MSCI telah mendapat kompensasi semua kerugian, sejak bencana utang AS musim panas lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa sekitar setengah dari 25% kenaikan harga minyak mentah Brent sejak awal Oktober menunjukkan permintaan global yang kuat, kata ekonom.

Pabrik-pabrik dunia, memproduksi barang dengan laju lebih cepat, merupakan indikasi kunci dari kekuatan ekonomi. Menunjukkan ekonomi dalam kondisi lebih baik untuk menangani guncangan penawaran dari Iran setahun yang lalu.

Kami berpikir bahwa harga minyak mentah telah meningkat karena membaiknya sentimen mengenai pertumbuhan global, ketimbang kekhawatiran risiko geopolitik,” kata Deutsche Bank.

Upah meredam pukulan dari harga minyak
 
Sebuah tes dilakukan untuk mengetahui apakah konsumen dapat menyerap biaya minyak yang lebih tinggi, sejak belanja menyumbang dua pertiga dari seluruh kegiatan ekonomi di negara maju. Dan itu akan tergantung pada kenaikan upah.

Sejauh ini, kabar cukup menggembirakan. Upah dan gaji Amerika telah naik pada tingkat tahunan 5,7% dalam tujuh bulan hingga Januari. Penghasilan per jam rata-rata, sebagai bagian dari laporan pekerjaan bulanan pemerintah, diharapkan naik 0,2% pada Februari dari bulan sebelumnya.

Harga bensin AS telah naik dengan laju yang lebih cepat, menguat 10% dari posisi terendah akhir tahun lalu. Bahkan, di California telah menyentuh level psikologis yang penting, US$ 4 per galon. Namun tekanan ini tidak separah tahun lalu.

Sebuah musim dingin yang hangat dan harga gas alam yang turun 30% selama tiga bulan terakhir, telah menurunkan rata-rata tagihan energi rumah tangga. Adapun gas alam adalah bahan bakar untuk pemanas di kebanyakan rumah Amerika.

Dengan banyaknya orang yang memiliki pekerjaan, ada bantalan lebih untuk menyerap harga bensin yang mahal.

Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa tingginya harga minyak ini berdampak buruk. Seiring membaiknya tren kepercayaan konsumen AS, yang kini didukung oleh pasar tenaga kerja lebih baik,” kata Jacques Cailloux, ekonom kepala Eropa di Royal Bank of Scotland.

Laporan pekerja AS untuk Februari diperkirakan menunjukkan 210 ribu pekerjaan baru yang ditambahkan di luar sektor pertanian, bulan ketiga berturut-turut di atas 200.

Tom Porcelli, kepala ekonom di Royal Bank of Kanada mengatakan, akan mencermati tanda-tanda pertumbuhan pada sektor dengan gaji tinggi, yang akan mendukung belanja konsumen. Jika tidak, kenaikan biaya bensin bisa mulai terasa.

Porcelli mengatakan tiga sampai enam bulan di atas US$ 4 per galon, bisa memangkas setengah persen dari PDB AS, yang saat ini akan naik 2,2% pada 2012.

Risiko Inflasi

Masalah bisa menjadi lebih besar di Eropa, dimana upah masih tertinggal. Disesuaikan dengan inflasi, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan memperkirakan, bahwa upah di zona euro tahun ini naik rata-rata 0,4%, bahkan kurang untuk Jerman, negara dengan perekonomian terbesar di Eropa.

Deutsche Bank memperhitungkan bahwa jika minyak naik 50%, dua kali kenaikan sejauh ini, akan memangkas 0,4% dari PDB zona euro pada tahun pertama. Wilayah ini sudah diperkirakan akan berkontraksi sedikit pada 2012.

Di Asia, gambaran lebih beragam dan inflasi menjadi perhatian utama. Perekonomian Asia banyak yang memiliki subsidi BBM, yang akan meredam pukulan ke ekonomi rumah tangga. Tapi jika pemerintah meneruskan pada biaya energi, Deutsche menilai, India dan Indonesia akan mengalami lonjakan inflasi.

Tekanan inflasi akan menyulitkan peran bank sentral, memungkinkan prospek quashing untuk dukungan moneter lebih lanjut demi pemulihan. Tetapi untuk saat ini, kenaikan harga minyak sebagian besar adalah cerita pertumbuhan.

About downloadvideonaruto

Download Video Naruto
This entry was posted in Berita dan Serba-Serbi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s